Posted by: moes | September 16, 2008

Tragis : Nyawa seharga 30 ribu rupiah

Miris, sedih, jengah dan geram menyaksikan berita di TV tentang pembagian zakat mal di pasuruan yang merenggut korban 21 orang warga meninggal dunia. Demi mendapatkan uang senilai 30 ribu rupiah ribuan warga rela berjubel, berdesak-desakan dengan warga lainnya selama berjam-jam. Pembagian zakat yang tidak tertib telah menjadikan niat baik dan mulia berujung malapetaka.

Kemiskinan di negeri ini sudah demikian nyata. Bukankah fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara? ataukah, mereka sengaja diterlantarkan oleh negara? dengan naiknya harga BBM, susahnya mendapatkan Gas Elpiji padahal pemerintah sendiri yang memaksakan mengganti minyak tanah dengan gas. kenaikan tersebut otomatis menjadikan harga-harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya menjadi ikut naik sebagai imbasnya.

Ahh, sudahlah negara ini memang penuh paradoks dan anomali.

Yang kaya banyak, yang miskin semakin bertambah
Orang kaya makan bersisa, yang miskin makan daging sisa dari tempat sampah
Dengan alasan keuntungan, makanan dan minuman kadaluarsa dijual kembali melalui parcel
Dengan alasan keuntungan, daging sapi dan ayam dipaksa jadi lebih berat dengan “gelonggongan”

Ampuni kami ya Allah, yang tega membiarkan ini semua terjadi
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari segala kejadian…
selamat melanjutkan perjuangan di Ramadhan ini,


Responses

  1. Wah serem amat
    Gimana klo uang yang dbagi lebih dari 30ribu y?

  2. walau bagaimanapun, kita harus berterima kasih kepada h. syaikhon dan para korban. karena, dg peristiwa yg menimpa mereka inilah, kita semakin tersadarkan akan pentingnya zakat dilakukan dg ikhlas dan profesional…🙂

  3. zakat fithri mungkin masih banyak yang sadar…
    tapi bagaimana dengan zakat mal? berapa simpanan emas kita? sudahkah kita zakati?

  4. tra9iiss..dan miriss..!!

  5. ..”pembagian zakat mal di pasuruan yang merenggut korban 21 orang ..”
    😯 👿

    WADOH…syukur ga nonton TV

    salam,

    htp://galeter.wordpress.com

  6. tiap taon slalu berdesak desakan.. keknya blt g ngaruh yakk

  7. Seperti apa yang disampein sama salah satu pembicara disalah satu stasiun tivi, seharusnya yang pembayar zakat itu yang mendatangi penerima zakat…bukan sebaliknya….semoga arwah yang telah tiada diterima disisiNya…amien…..

  8. Jangan sampai lagi..

  9. sedih ya jadinya

  10. Lantas, apa dengan do’a dan artikel anda tentang kepincangan sosial ini, bisa menghidupkan kembali mereka yang tewas itu? Implikasi tulisan anda ini apa?

    akaldanhati :
    1. yang bertanya tentu lebih tahu jawabannya 🙂
    2. semoga kita bisa mengambil pelajaran dari semua kejadian
    -bagi yg hendak memberi zakat, hendaklah diberikan dengan cara yang tertib dan proporsional
    -bagi yang mau nerima zakat, ya tertiblah..
    -bagi lembaga pengelola zakat, tingkatkanlah kinerja dan transparansinya supaya pemberi zakat lebih percaya
    -bagi pemerintah (negara), penuhilah amanat undang-undang untuk memelihara fakir miskin
    -bagi kita secara umum, ketahuilah disekeliling kita masih banyak yang membutuhkan bantuan
    … dst..
    -implikasi khusus bagi saya dr tulisan ini, sy merasa terus diingatkan

  11. Hanya Tuhan yang tahu kebaikan dan keburukan manusia…cuma metode penbagian zakat yang kurang tepat saja…

  12. sebuah kisah kontemplatif untuk merenungkan kejadian ini…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/17/bocah-misterius/

    jelang akhir ramadhan dengan menemukan hikmah ramadhan…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/18/bom-di-malam-lailatul-qadr/

  13. semoga tak terulang lagi… tragis!

  14. Ini tidak boleh terjadi lagi. titik!

  15. tragis, sedih, sakit, menyayat…. inilah harusnya yang terakhir… esok lagi tidak
    bukan zakatnya….. caranya !!!!

  16. postingan kita sama !!
    he he he cuma kalah cepet

  17. HUH…Indonesia…..

  18. yah habis yang mau sedekahnya juga gak percaya akan depag yang ramah korupsi dan ini semua akibat kebobrokan negara ini ya ! karena uang 30 ribu itu tidak sampai 4 dolar dan kita juga tahu kalau di indonesia itu uang 30 ribu sudah mencapai umr kan lagipula rakyat indonesia itu tingkat kemiskinanya sudah parah masuk taraf super miskin menurut bank dunia kalu dihitung pendapatan per kapitanya jadi mau gimana lagi?? kalau mau salahkan ya pemerintahnya masak rakyat yang disalahkan dan di curigai.

  19. ribuan warga rela berjubel, berdesak-desakan

    rela??? tau dari mana kalo mereka rela begitu? sy ga tau juga yaa…., tp rasa2nya sih mereka benar2 terpaksa alias memang betul2 membutuhkannya.
    Sulit dipercaya, kalo mereka gak terpaksa ato cuman sekedar iseng doang mau rebutan berkah ramadhan segitunya.

    Innalillahi wa innalillahi roji’un
    Turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi keluarga & handaitaulan yang ditinggalkan .😥 .

  20. Sedih banget liatnya😦 , Mudah2an tidak terulang lagi…

  21. waah, berita heboh karena pembagian zakat yang menelan korban jiwa….

  22. kalo ku baca2 komenku diatas, rasanya kok janggal sendiri sy komen kayak gitu. mungkin waktu itu ke-buru2 shg ada yg kelupaan diketik😕 .
    ah… udahlah, yg penting ku dah berdoa n menyampekan bela sungkawa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: