Posted by: moes | September 12, 2008

Perang di Bulan Ramadhan

Ada banyak perang di bulan Ramadhan, fisik maupun mental. Menurut sejarah bahwa Perang Badar yang fenomenal itu terjadi pada bulan Ramadhan. Pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit (sepertiganya) dibandingkan pasukan musuh ternyata mampu  memenangkan peperangan.
Hal itu tak lepas dari perjuangan dan perngorbanan pasukan nabi serta tentu
pertolongan ALLAH swt.

Lalu perang apakah yang terjadi pada Ramadhan sekarang ini?

Dalam bentuknya yang lain, Ramadhan juga memberi kesempatan berperang kepada kita. Berperang disini yaitu dengan berpuasa, melawan hawa nafsu,  menahan diri dari segala macam yang membatalkan puasa, dan menghindari hal-hal yang mengurangi nilai puasa kita.

Senjata apakah yang kita pakai dalam perang ini?

Selain senjata keimanan dan keikhlasan, kita juga harus melengkapinya dengan senjata pelengkap seperti sholat tepat waktu, berjamaah, tarawih, tadarus, menolong sesama baik materi maupun immateri, dan amalan-amalan lainnya, sehingga dapat menutup celah-celah bagi kaum musuh (syaitan) untuk merusak puasa kita.

Strategi perangnya bagaimana?

Musuh kita kali ini mungkin sangat cerdik dan licik, halus pula. Dan kalo kita tidak hati-hati maka kita akan terjebak dalam perangkapnya. Buktinya memang nyata,
hal ini dapat kita simak dalam hadis yang menyatakan bahwa,

betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus saja
(mohon Riwayat Hadisnya (Rawi) dicek ya, siapa)

Kita tentu tidak ingin termasuk orang-orang yang demikian, yakni yang terjebak dalam perangkap musuh bahkan menjadi tawanannya.

Karenanya, semestinya kita menggunakan berbagai senjata kita supaya dapat
mengalahkan musuh.

Waspadalah.. wapadalah…

musuh kita ada dimana-mana

termasuk dalam bisikan-bisikan kotor yang dihembuskan ke hati kita,  rasa ingin dipuji, riya, ujub, takabbur yang dapat merasuki siapa saja. Atau melalui tayangan-tanyangan televisi yang melalaikan bahkan cenderung merusak nilai puasa kita. Jadi

Waspadalah.. wapadalah… (bang napi “mode on”)

Semoga benteng kita bisa tangguh, sehingga musuh tak dapat menjebolnya

Semoga kita termasuk orang-orang yang meraih kemenangan, orang yang mendapat rahmat, ampunan, dan dijauhkan dari api neraka.

Amiin.

mohon masukan strategi dari tmn-tmn ya…. 🙂

(nb: mhn maaf kepada yang suka brkunjung kesini tapi ga disuguhin postingan baru, lama ga posting karena saya sedang berperang melawan rasa malas menyelesaikan tugas akhir. Mhn bantuan do’a ya..  thanks)


Responses

  1. Pertamax dulu….

  2. Buat saya, perang paling berat adalah melawan napsu untuk gak marah-marah dibulan Ramadhan ini … karena saya paling gak kuat dijahilin bawaannya pengen ngoceh🙂

  3. kesabaran. wah, kalau ini harus kuat, menahan segala hal: marah, jengkel, keinginan-keinginan sebagai bagian dari hawa nafsu, dsb. ini berat….

  4. kalo gw ngelawan nafsu tidur…kalo dah ngantuk bawaanya nafsu banget pengen tidur…ngomong2 itu termasuk nafsu bukan yah?..hehehehe.. :p

  5. dibawa biasa aja…., toh yang dicari hanyalah keridhoan Alloh semata……., pahala puasa hanyalah Alloh SWT yang tahu…..🙂

  6. Jadi, mari kita perang melawan musuh.
    ^hiyaaatt🙂
    semoga meraih kemenangan.
    amiin.
    semangaat! ^_^

  7. OOT:
    Lagi TA juga??? ah sama…
    kalo saya yg terberat ya ini, melawan rasa malas ngerjain skripsi.. (aplg klo penyakit ‘jenuh’ melanda… )
    *sabar..sabar..sabar..*

  8. perang terbesarku selama puasa ini adalah perang melawan hawa nafsu buat TIDUR!!, ah susah sekali kl bangun sahur :mrgereen:

    btw hayo semangat nyelesain ta-nya, jd sarjana enak loh *cling cling

  9. kalo sy strateginya adalah selalu bersama orang2 yang memiliki iman yang kuat🙂

    NBnya koq sama:mrgreen:

  10. Salah satu musuh saya di bulan puasa ini adalah sakit mag. Udah pernah pecah sekali nih puasa saya gara2 mag.😦

  11. perang… apalah arti dari..sebuah perang…perang sangat erat dengan kata kehancuran…….

    hendak lah kita s’lalu ingat ke pada Allah swt….
    agar dibulan romadhan ini kita tidak mengalami kehancuran…!!! amiiin…!!
    karena di mana syetan s’lalu memprofokasi…kita..agar senantiasa utuk melakukan perperangan….!!!
    tapi kalo kita dekat sama Allah maka kita akan tenang tanpa kita harus berperang…!!!

  12. perang melawan rasa malas melakukan yang posiitif, itu godaan terbesar. semoga cepat selesai TA nya ya

  13. tentu saja perang terbesar adalah melawan hawa nafsu…!!

  14. Iya mas ayo aku bantuin perangnya … eh perang ini sendiri2 yah gak bisa bareng2😀

    selamat bertempur deh, rasa malas/rajin itu biasa yang tidak biasa tidak punya perasaan heheh😀


    iya mas, sebenernya saya pengen bahas perang kolektif kita bersama, gmn caranya ya?.. apa yg menjadi musuh kita? kemiskinan, korupsi, kterbelakangan, kejahiliyahan modern, dsb.. gmn memeranginya? yg jelas kudu bareng2 ni mah..

  15. Ayo perang melawan hawa nafsu!
    Dengan menahan diri dari yang halal pada siang hari (makan, minum, menggauli istri), semoga menjadikan kita orang-orang takwa.

  16. Semangat ya mas , semoga TA nya lekas selesai , dan bisa terjun berperang kembali di dunia blog
    dan semoga kita semua bisa merih berkahnya ramanadhan ini ..amien

  17. Musuh yang harus saya taklukan Ramadhan tahun ini adalah su`uzhan, mudah2an menang…

    Tugas akhir pas Ramadhan, perang yang dahsyat tuh. Mudah2n menang juga deh..

  18. bagaimana ya para koruptor berperang melawan nafsu mereka di bulan ini ?

  19. salam

    saya nambahinyak
    kita berpuasa memang harus menahan nafsu dan Nafsu itu ada dua yang harus kita jaga

    Nafsu…….Birahi

    Nafsu…….perut
    dan untuk lebih khusuknya lagi bersama-sama orang-orang yang beriman bukan yang berimin

  20. semoga kita berhasil meraih gelar muttaqin,
    amiin…

  21. Ya. itu seperti mengingatkan saya pada amanat rasul juga, “seusai peperangan ini kita menuju peperangan yang lebih besar”….”perang melawan hawa nafsu”

    sedang melawan rasa malas ya mas? saya juga😆

  22. Salam
    Klo aku malah bingung ngadepen pasca ramadhan, apa masih sanggup berperang layaknya ramadhan yang itupun susah payah melakukannya

  23. buta cewek.. perqang untuk nggak ghibah… susye bgt tuh..😀 masih sering bgt ditemui.. puasa ma nggak ga ada bedanya😦

  24. –salah ketik–

    >>
    buat cewek.. perang untuk nggak ghibah…

  25. dihari2 perten8ahan inih sedang berat melawan rasa malas y9 menjangkiti jiwa..uuuhggg..jd keteteran sendiri hikss..:(

  26. Siap grak🙂

  27. perang melawan mata melihat gadis cantik dan sexy sangat lah mencabar pada zaman sekarang memandangkan sangat ramai yang suka kepada fesyen menjolok mata.

  28. moga segera selesai TA-nya & lulus, amin…

    strategi umum, yaitu membersihkan hati (tazkiyatun nafs) sbgmn pesan Al-Ghazali… memang butuh latihan… mari kita berlatih bersama-sama & sama-sama berlatih…

    selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…

    sebagai tambahan, saya membuat tulisan tentang “Benarkah Kita Hamba Allah?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/09/benarkah-kita-hamba-allah-1-of-2.html
    (link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)

    Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: