Posted by: moes | August 11, 2008

Hadirlah Sejatiku

Dia pergi meninggalkan maaf yang tak terucap

meski kenangan tentangnya belum hilang,

dan mungkin akan tetap terjaga

Tapi semua itu harus mulai ku kubur, ku tutup

mengapa?

Karena ada yang ku rindukan hadir

pada hari-hari, pada malam-malam

pada setiap hembusan nafas

pada kilatan sinar mentari

pada sejuknya cahaya rembulan

pada setiap detak di dada ini…

hadirlah, wahai Sejatiku,

Engkau lah sebenarnya Sejatiku


Responses

  1. dalem banget nih puisinya,,,makasih dah mampir di blog saya🙂

  2. sejati cinta yang tak pernah mati..dan abadi..dalam perjalanan CINTANYA

  3. Mencarimu kasih bagai mencari mutiara putih

    Walau ke dasar lautan sanggup ku selami

    Namun tak percaya apa yang telah aku terjumpa

    Kau sebutir pasir tak berharga

    Demi cinta yang suci

    Ku rela korbankan kepentingan diri

    Demi sinar bahagia

    Ku hambakan diri pada-Nya yang Esa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: