Posted by: moes | June 25, 2008

Mahasiswa dan kekerasan di lingkungan kita

Sebagai mahasiswa, saya merasa malu sendiri melihat berbagai aksi unjuk rasa mahasiswa yang berjudul membela kepentingan rakyat, tapi pada aksi-aksinya cenderung anarkhis. Bahkan, sampai terjadi pengrusakan fasilitas umum dan jatuhnya korban. Seperti terjadi hari kemarin di depan Gedung DPR/MPR dan depan Universitas Atmajaya. Bentrokan dengan aparat menjadi pemicu terjadinya kerusuhan. Dan lagi, semua terjadi begitu biasa, seolah tindakan anarkis itu boleh-boleh saja kalo sedang unjuk rasa.

Ahh, mahasiswa memang di harapkan menjadi penerus perjuangan bangsa di masa depan. Tapi ketika hari-hari mahasiswa disibukkan dengan aksi unjuk rasa yang tidak santun, tentu menjadi pertanyaan besar. Bahkan beberapa waktu lalu terungkap aksi kekerasan di salah satu kampus pelayaran yang mirip kasus STPDN. Ahh, kenapa begitu terbiasanya mahasiswa dengan kekerasan akhir-akhir ini?

Tapi mungkin mahasiswa bisa bedalih, mereka yang dekat dengan kekerasan hanya sebagain kecil saja. Masih banyak mahasiswa yang kritis dan peduli terhadap masyarakat luas dengan aksi-aksi nyata dan cerdas. smoga saja

 


Responses

  1. mungkin mahasiswa sudah diadu domba oleh berbagai kepentingan … secara tidak sadar terseret ke arus kekerasan yang meman menjadi milik militer. ah saya tidak suka kekerasan🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: