Posted by: moes | June 22, 2008

Anti Klimaks Belanda

Setelah tampil fenomenal di tiga laga penyisihan grup C, Belanda akhirnya harus takluk oleh pasukan Guus Hidink Rusia pada perempat final 1-3. Pertandingan harus diakhiri dengan memainkan babak tambahan karena pada waktu norma skor imbang 1-1. Gol Rusia diciptakan oleh pvhylichenko pada menit 56 sedangkan gol balasan Belanda oleh Van Niestelroy.  

Dari pertandingan itu dapat diambil hikmah bahwa dalam sepakbola sangat mungkin terjadi hal yang tak terduga. Ketika Belanda banyak diunggulkan oleh berbagai pihak, justru permainan mereka cenderung terbebani. Hal ini terlihat dengan begitu terburu-burunya mereka menyerang. Sehingga ketika gol tak kunjung terjadi, rasa frustasi mengganggu konsentrasi mereka. Meskipun demikian Rusia menunjukkan bahwa nama besar para pemain Belanda bukan jaminan untuk menang. Bahkan sebaliknya, para pemain Rusia seperti tak kenal lelah untuk memenangkan perandingan.

Akhirnya, Belanda memang harus  mengubur impian meraih juara eropa 2008. Marco Van Basten pun harus sudah bersiap untuk menangani tim selanjutnya Ajax Amsterdam. Terimkasih Van Basten, yang telah menghantarkan tim Orange memipin klasemen grup neraka, meski harus tersingkir di perempat final. 10 gol dan kemasukan 4 dalam 4 pertandingan memang menunjukkan produktifitas. Namun Euro memang memerlukan faktor-faktor lain yang dapat membuat sebuah tim menjadi Juara.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: