Posted by: moes | June 10, 2008

Di Balik Kemenangan Belanda atas Italia

Malam tadi saya begadang menyaksikan pertandingan piala eropa antara Belanda melawan Italia. Pada dasarnya saya memang menjagokan kedua tim itu untuk merebut Piala Eropa 2008. Belanda karena pelatihnya Van Basten, sedangkan Italia karena disana banyak pemain Ac Milan, maklum milanisti euy. Nah, ketika kedua tim ini harus bertemu di babak awal karena berada satu grup di grup neraka, Maka pertandingan semalam, sangat emosional. Sejujurnya, sebelum pertandingan, saya sangat ingin Belanda menang, meski berat melihat andre pirlo kecewa.

Pertandingan pun berlangsung ketat. Italia langsung menggebrak melalui Di Natalie dan Luca Toni, tapi Belanda tidak tinggal diam. Sneider tampil impresif dengan pergerakan yang kreatif membuka ruang untuk Rud Van Nistelroy  menusuk pertahanan Italia yang di komandani Materazzi. Akhirnya gol pun tercipta melalui kaki Nistelroy, setelah meneruskan shooting dari Sneider. Posisi Nistelroy dilihat dari pinggir memang offside, tapi wasit tetap menysahkan gol tersebut meski sempat di protes Luca Toni. Hal itu ternyata ada aturan baru UEFA yang menyebutkan meski pemain ada di luar lapangan dekat penjaga gawang, ia tetap dianggap. Dan pada momen gol van nistelroy, panuci yang tegeletak di pinggir lapang tetap diperhitungkan. Sehingga Offside tidak terjadi.

Terlepas dari pro kontra offside Nistelroy, Belanda memang pantas menang. Mengadalkan serangan balik cepat dan terukur, van bronkhost, Sneider dan Kuyt berhasil membuat pertahanan Italia yang dikenal kokoh itu kocar-kacir. Gol kedua dan ketiga pun lahir dengan proses serangan balik yang tidak jauh berbeda. Sehingga Italia harus mengakui keunggulan Belanda, yang belum pernah menang selama 30 tahun terakhir atas Italia.

Kemenangan telak 3-0 Belanda jelas sangat mengejutkan berbagai pihak. Tak terkecuali pelatihnya sendiri, Marco Van Basten. Meskipun ia sangat mengenal karakter permainan Italia karena ia lama bermain di Italia bersama Ac Milan, tapi tidak mengira timnya akan menang sebesar itu. Pujian pun layak diterima pelatih yang ketika menjadi pemain berhasil memberikan gelar piala eropa bagi Belanda pada tahun 1988.

Pada pertadingan semalam, Belanda unggul pada kecepatan dan stategi serangan balik yang efektif. Sedangkan Italia, meskipun berusaha membalas tapi tidak tenang dalam penyelesaian akhir. Satu hal yang perlu diperbaiki oleh italia adalah pertahanan yang rapuh. Absennya Cannavaro sangat berpengaruh pada koordinasi lini pertahanan.

Meskipun Italia kalah, tapi saya optimis mereka bisa melaju ke babak selanjutnya dengan mengalahkan Prancis dan Rumania. So yang lolos adalah Belanda dan Italia. Smoga


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: