Miris, sedih, jengah dan geram menyaksikan berita di TV tentang pembagian zakat mal di pasuruan yang merenggut korban 21 orang warga meninggal dunia. Demi mendapatkan uang senilai 30 ribu rupiah ribuan warga rela berjubel, berdesak-desakan dengan warga lainnya selama berjam-jam. Pembagian zakat yang tidak tertib telah menjadikan niat baik dan mulia berujung malapetaka.
Kemiskinan di negeri ini sudah demikian nyata. Bukankah fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara? ataukah, mereka sengaja diterlantarkan oleh negara? dengan naiknya harga BBM, susahnya mendapatkan Gas Elpiji padahal pemerintah sendiri yang memaksakan mengganti minyak tanah dengan gas. kenaikan tersebut otomatis menjadikan harga-harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya menjadi ikut naik sebagai imbasnya.
Ahh, sudahlah negara ini memang penuh paradoks dan anomali.
Yang kaya banyak, yang miskin semakin bertambah
Orang kaya makan bersisa, yang miskin makan daging sisa dari tempat sampah
Dengan alasan keuntungan, makanan dan minuman kadaluarsa dijual kembali melalui parcel
Dengan alasan keuntungan, daging sapi dan ayam dipaksa jadi lebih berat dengan “gelonggongan”
Ampuni kami ya Allah, yang tega membiarkan ini semua terjadi
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari segala kejadian…
selamat melanjutkan perjuangan di Ramadhan ini,
Wah serem amat
Gimana klo uang yang dbagi lebih dari 30ribu y?
By: Ayam Cinta on September 16, 2008
at 8:44 am
walau bagaimanapun, kita harus berterima kasih kepada h. syaikhon dan para korban. karena, dg peristiwa yg menimpa mereka inilah, kita semakin tersadarkan akan pentingnya zakat dilakukan dg ikhlas dan profesional…
By: vizon on September 16, 2008
at 9:36 am
zakat fithri mungkin masih banyak yang sadar…
tapi bagaimana dengan zakat mal? berapa simpanan emas kita? sudahkah kita zakati?
By: bayu200687 on September 16, 2008
at 10:51 am
tra9iiss..dan miriss..!!
By: wi3nd on September 16, 2008
at 11:40 am
..”pembagian zakat mal di pasuruan yang merenggut korban 21 orang ..”
WADOH…syukur ga nonton TV
salam,
htp://galeter.wordpress.com
By: galeter on September 16, 2008
at 1:07 pm
tiap taon slalu berdesak desakan.. keknya blt g ngaruh yakk
By: FaNZ on September 16, 2008
at 5:33 pm
Seperti apa yang disampein sama salah satu pembicara disalah satu stasiun tivi, seharusnya yang pembayar zakat itu yang mendatangi penerima zakat…bukan sebaliknya….semoga arwah yang telah tiada diterima disisiNya…amien…..
By: hganapati on September 16, 2008
at 10:33 pm
Jangan sampai lagi..
By: a3u5z1i on September 17, 2008
at 5:58 am
sedih ya jadinya
By: achoey sang khilaf on September 17, 2008
at 4:58 pm
Lantas, apa dengan do’a dan artikel anda tentang kepincangan sosial ini, bisa menghidupkan kembali mereka yang tewas itu? Implikasi tulisan anda ini apa?
akaldanhati :
1. yang bertanya tentu lebih tahu jawabannya
2. semoga kita bisa mengambil pelajaran dari semua kejadian
-bagi yg hendak memberi zakat, hendaklah diberikan dengan cara yang tertib dan proporsional
-bagi yang mau nerima zakat, ya tertiblah..
-bagi lembaga pengelola zakat, tingkatkanlah kinerja dan transparansinya supaya pemberi zakat lebih percaya
-bagi pemerintah (negara), penuhilah amanat undang-undang untuk memelihara fakir miskin
-bagi kita secara umum, ketahuilah disekeliling kita masih banyak yang membutuhkan bantuan
… dst..
-implikasi khusus bagi saya dr tulisan ini, sy merasa terus diingatkan
By: esensi on September 17, 2008
at 10:31 pm
Hanya Tuhan yang tahu kebaikan dan keburukan manusia…cuma metode penbagian zakat yang kurang tepat saja…
By: prisanditiar on September 18, 2008
at 1:09 pm
sebuah kisah kontemplatif untuk merenungkan kejadian ini…
http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/17/bocah-misterius/
jelang akhir ramadhan dengan menemukan hikmah ramadhan…
http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/18/bom-di-malam-lailatul-qadr/
By: tren di bandung on September 18, 2008
at 4:43 pm
semoga tak terulang lagi… tragis!
By: kucingkeren on September 18, 2008
at 6:42 pm
Ini tidak boleh terjadi lagi. titik!
By: yudios on September 19, 2008
at 12:07 am
tragis, sedih, sakit, menyayat…. inilah harusnya yang terakhir… esok lagi tidak
bukan zakatnya….. caranya !!!!
By: baca on September 19, 2008
at 8:26 am
postingan kita sama !!
he he he cuma kalah cepet
By: goncecs on September 19, 2008
at 9:34 am
HUH…Indonesia…..
By: indra1082 on September 19, 2008
at 10:47 am
yah habis yang mau sedekahnya juga gak percaya akan depag yang ramah korupsi dan ini semua akibat kebobrokan negara ini ya ! karena uang 30 ribu itu tidak sampai 4 dolar dan kita juga tahu kalau di indonesia itu uang 30 ribu sudah mencapai umr kan lagipula rakyat indonesia itu tingkat kemiskinanya sudah parah masuk taraf super miskin menurut bank dunia kalu dihitung pendapatan per kapitanya jadi mau gimana lagi?? kalau mau salahkan ya pemerintahnya masak rakyat yang disalahkan dan di curigai.
By: ikrarestart on September 19, 2008
at 1:59 pm
rela??? tau dari mana kalo mereka rela begitu? sy ga tau juga yaa…., tp rasa2nya sih mereka benar2 terpaksa alias memang betul2 membutuhkannya.
Sulit dipercaya, kalo mereka gak terpaksa ato cuman sekedar iseng doang mau rebutan berkah ramadhan segitunya.
Innalillahi wa innalillahi roji’un
.
Turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi keluarga & handaitaulan yang ditinggalkan .
By: Jiwa Musik on September 20, 2008
at 11:22 am
Sedih banget liatnya
, Mudah2an tidak terulang lagi…
By: vaepink on September 23, 2008
at 2:57 pm
waah, berita heboh karena pembagian zakat yang menelan korban jiwa….
By: Ic on September 23, 2008
at 9:58 pm
kalo ku baca2 komenku diatas, rasanya kok janggal sendiri sy komen kayak gitu. mungkin waktu itu ke-buru2 shg ada yg kelupaan diketik
.
ah… udahlah, yg penting ku dah berdoa n menyampekan bela sungkawa
By: Jiwa Musik on September 27, 2008
at 10:11 am