ku sadari akhirnya kerapuhan imanku
telah membawa jiwa dan ragaku
ke dalam dunia yg tak tentu arahku sadari akhirnya Kau tiada duanya
tempat memohon beraneka pinta
tempat berlindung dari segala mara bahayareff:
oh Tuhan mohon ampun
atas dosa dan dosa selama ini
aku tak menjalankan perintahMu
tak pedulikan namaMu
tenggelam melupakan diriMuoh Tuhan mohon ampun
atas dosa dan dosa sempatkanlah
aku bertobat hidup di jalanmu
tuk penuhi kewajibanku
sebelum tutup usia kembali padaMu
oh kembali padamu ohhh
(lirik “akhirnya” dari Album Raihlah Kemenangan : GiGi)
Lirik lagu di atas yang diaransemen ulang oleh GiGi dengan sangat apik secara langsung atau tidak langsung telah menjadi salah satu inspirasi saya dalam menjalani hidup ini (thanks to GiGi).
Saat ini sudah banyak lagu religi yang diluncurkan termasuk oleh band-band atau penyanyi yang tidak biasa. Tidak biasa maksudnya mereka pada bulan di luar Ramadhan biasanya menyanyikan lagu-lagu yang umum seputar cinta dan cinta lagi. Namun ketika Ramadhan datang, mereka meluncurkan album bertitel religi. Grup band yang cukup ternama di jajaran ini ada GiGi dengan “Jalan Kebenaran”, Ungu dengan “Aku dan Tuhanku” disusul pendatang baru Vagetoz, D’Massiv dan lain-lain. Web-web penyedia mp3 gratisan pun diserbu oleh para fans yang ingin men-download lagu-lagu mereka, mungkin hanya sebagian kecil saja diantara mereka yang membeli kaset dan cd asli.
Fenomena ramainya album religi tentu patut kita apresiasi, bangga dan bersyukur. Mereka para anggota band (pencipta) atau penyanyi mau meluangkan waktu mereka untuk bertanya pada hatinya, merenung, merangkai kata, menyusun lirik dan nada-nada, mengerahkan seluruh energi dan keahliannya sehingga tercipta lagu-lagu yang harmonis, enak di dengar, menjadi inpirasi bagi yang mendengarnya, dan bahkan menjadi ide pencerahan. Lagu-lagu mereka pun diperdengarkan di berbagai tempat baik di handphone sebagai ringtone, nada sambung, di kamar, di rumah, di mobil, di mall sampai pada sebuah panggung konser ngabuburit. Suasana Ramadhan pun bertambah semarak dan terasa dekat dengan hadirnya lagu-lagu mereka.
Akan tetapi dibalik itu semua kita tentu berharap bahwa munculnya lagu-lagu religi tidak sekedar mengikuti selera pasar, mengikuti permintaan produser atau sekedar ikut-ikutan tren dan alasan pundi-pundi uang semata. Kita berharap Ramadhan benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kita kepada Allah dan bisa menjaganya pada bulan-bulan selanjutnya. Mereka para anggota band atau penyanyi yang memiliki fans demikian banyak, tentu mempunyai andil besar dalam memberikan contoh teladan kepada fans nya. Kalo ketika Ramadhan mereka berbaju taqwa rapih, berjilbab anggun menutup aurat, maka bagaimana setelah Ramadhan kelak? Mungkin akan banyak alasan untuk ini, seperti tuntutan profesi, skenario, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi atau momentumnya serta alasan lainnya.
Lalu bagaimanakah efek dari itu semua terhadap para musisi religi sendiri (yang tak biasa) dan para fans nya?
Adakah perubahan sikap setelah Ramadhan, adakah kemantapan hati untuk menjaga semangat Ramadhan pada bulan-bulan selanjutnya?
Ataukah Ramadhan hanya sebagai ritual tahunan belaka, untuk kemudian kembali biasa pada bulan-bulan selanjutnya?
Kalo Ramadhan sibuk dengan lirik memuji Ilahi,
setelah Ramadhan liriknya memuji selingkuhan hati
Kalo Ramadhan video klipnya berpeci,
setelah ramadhan videoklipnya memeluk puteri yang bukan istri
–
Kita (saya lebih tepatnya) berharap hal-hal berikut ini mudah-mudahan tidak akan terjadi:
Pada Bulan Ramadhan rame-rame menutup aurat,
setelah Ramadhan mengumbar syahwat
Pada Bulan Ramadhan rame-rame bertobat,
setelah Ramadhan kembali maksiat
Pada Bulan Ramadhan rame-rame tadarus,
setelah Ramadhan Ibadah tak lagi tulus
Dan kalo saja hal diatas terjadi, Bagaimanakah hasil Ramadhan kita? Sukseskah Ramadhan kita?
Yaa Allah, berilah hamba kekuatan untuk menjalankan syaum ini dengan penuh keimanan dan keikhlasan padaMu, dan Tuntunlah hamba untuk senantiasa Istiqomah di JalanMu
selamat puasa ya Pak…
By: Chic on September 4, 2008
at 10:45 am
HHhmm … ini benar sekali …
Jangan sampai kita terjerat Euphoria sesaat saja ya pak …
seharusnya spirit Ramadhan itu harus setiap hari sepanjang tahun ya pak … (walau tidak berpuasa makan dan minum…)
By: nh18 on September 4, 2008
at 10:58 am
men”amin”kan line terakhir,semo9a kita teutep istiqomah,menjadikan ramadhan sebagi pembekalan diri untuk 11 bln selanjutnya,yupz..bener tuch klu pas ramadhan semuamya serba mendadak ramadhan[nenyo pinjem istilahnya yakh?] mule dr lagu,baju,sikap dll..setelah ramadhan kembali ke asal..hmm..
By: wi3nd on September 4, 2008
at 1:21 pm
tanda tanda kalau bulan suci ini mensucikan kita adalah sikap puasa ini akan terbawa untuk sebelas bulan mendatang …. jadi ini ajang belajar.
By: Rindu on September 4, 2008
at 3:29 pm
lagu religi ku REM – loosing my religion.. eh.. bukan bukan..
nice song, tapi belom pernah denger..
salam kenal mas..
By: ulan on September 4, 2008
at 3:37 pm
Setuju dengan koment di atas, kalau kita lulus karena tulus di bulan puasa ini, maka hal itu akan tercermin pada tabiat dan perilaku kita di sebelas bulan selepas Ramadhan. Semoga kita semua berhasil memperoleh predikat taqwa itu.
By: suhadinet on September 4, 2008
at 5:04 pm
Selamat Ramadahan ya mas, semoga engkau mendapat kan berkah yang tak terhingga di ramadhan ini ….
By: Muda Bentara on September 4, 2008
at 10:36 pm
Salam
selamat menunaikan ibadah puasa ,semoga menjadi tambah semangat dan semangat
semoga segala langkah laku kita selalu di Ridzoi Tuhan .
By: doelsoehono on September 5, 2008
at 5:53 am
Hai, akaldanhati….
Itulah yang jadi pertanyaan saya di blog kapan hari kan? Setelah tiga puluh hari itu usai.. lantas apa? Kembali lagi ke masa-masa sebelumnya? Atau bisakah kita istiqomah saja tanpa peduli ini adalah bulan Ramadhan atau bulan lainnya?
Soal band dan lagu religinya…
Kalau saya bilang, mereka adalah salah satu corong yang tepat untuk mengajak kita berbuat baik… Karena selebritis selalu dilihat, bahkan seringkali tindakan mereka banyak dijadikan contoh suri tauladan.
Semoga yang baik-baik saja yang mereka contohkan…
Dan kalau mereka mencontohkan hal yang buruk… semoga kita, yang mungkin menggemarinya, bisa jauh lebih dewasa dalam menyikapinya….
Hey,
maaf komen saya kepanjangan!
By: jeunglala on September 5, 2008
at 7:48 am
@all,
terimakasih, aamiin
@jeunglala..
Semoga kita bisa lebih dewasa..
lanjutkan, gpp ko
By: akaldanhati on September 5, 2008
at 8:56 am
aku kok masih suka SURGAMU punya ungu yah, heheheh
selamat ramdhan,
jabat erat!
By: ahsani taqwiem on September 5, 2008
at 10:01 am
..wah, lirik yg tertulis mengenai ketika dan setelah ramadhan itu, ‘nemu’ dimana ? .. hi hi.. santri yg ‘mbeling tuh yg bikin.. di satu sisi, menggambarkan ‘fenomena Ramadhan’, di sisi lain, kejadian yg mungkin terjadi secara nyata di masyarakat..
By: ariefdj™ on September 5, 2008
at 10:30 am
lumayan lah mas.. sebulan beribadah..drpd gak sama sekali.. Sebulan pake peci..sisanya meluk orang lain.. hihihi…
By: kucingkeren on September 5, 2008
at 12:38 pm
semoga lagu2 religi itu menyentuh kita dan juga amalan2 kita juga semakin banyak.
By: aRuL on September 5, 2008
at 1:04 pm
lagi ngetrend mbak
By: FaNZ on September 5, 2008
at 4:27 pm
@ariefdj™
waduh mas.. kalo masalah ngutip, tanya mbah google de…
krn perasaan itu asli keluar begitu aja.. nemuin di diri sendiri
kalo santri mbeling apa artinya ya?
@fanz
anda orang pertama yg coment dg sapaan “mbak”
btw thanks for commenting
By: akaldanhati on September 5, 2008
at 4:51 pm
insyaallah,mbakhehehe..
By: langitjiwa on September 5, 2008
at 10:23 pm
lagu religi
menjamur di bulan suci
lagu religi
tetapkan terdengar di sini
By: achoey sang khilaf on September 6, 2008
at 8:15 pm
Kalo Ramadhan sibuk dengan lirik memuji Ilahi,
setelah Ramadhan liriknya memuji selingkuhan hati
Kalo Ramadhan video klipnya berpeci,
setelah ramadhan videoklipnya memeluk puteri yang bukan istri
perumpamaan yang pas. kayaknya demikian yang kita lihat.
apa semua panggung sandiwara?
By: Zulmasri on September 6, 2008
at 10:32 pm
Aku ingin masuk surga
By: Didta on September 7, 2008
at 10:25 am
suasananya pas untuk lagu religi.
By: cenya95 on September 8, 2008
at 9:43 am
Jadi inget sama berbagai ‘poster’ untuk menutup aurat di kampus…hm..
By: syelviapoe3 on September 8, 2008
at 10:18 am
IMHO
Tanpa mengurangi rasa hormat dengan band2 yang niatnya tulus menyemarakkan bulan Ramadhan, saya belum menemukan band yang liriknya sekuat bimbo, atau raihan. Lirik lagu religiusnya terkesan datar.
Mungkin, biar mudah dicerna dan gak terlalu berat2 amat. Allahu’alam.
By: Zico Alviandri on September 8, 2008
at 12:21 pm
mudah-mudahan tetap istiqomah dan exist di sini, istiqomah setidaknya sampai bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan ,…….
By: Yoyo on September 8, 2008
at 3:20 pm
paling ga tetep salut dgn band2 yg mo meramaikan suasana ramadhan dgn lagu2 islami mrk, meski kesannya ikut2an. tp paling ga mrk udah usaha
By: pimbem on September 8, 2008
at 3:38 pm
Maklum aja kalo band-band juga berubah setelah puasa…. mereka kan hanya bersandiwara di atas panggung untuk hiburan belaka!
By: qizinklaziva on September 8, 2008
at 4:15 pm
Banyak manusia banyak ragamnya, yang penting di Ramadhan ini kita berlatih diri menjadi Muslim untuk seterusnya. Amin.
By: Ersis Warmansyah Abbas on September 8, 2008
at 5:37 pm
Hmm.. Lagu “cinta yang tulus” (Alm) Gito Rollies feat. GIGI juga bagus.. Lyrics, musik, soulnya jg dapet…
By: Rasyeed on September 8, 2008
at 9:52 pm
agak kecewa dan miris juga ketika beberapa hari lalu,
melihat acara liveshow musik2 religi seperti ini,
tapi penontonnya bergoyang tidak bedanya seperti menonton konser metal yang lain, pada loncat2, jingkrak2 ga karuan.
Padahal liriknya harusnya mampu menyentuh hati mereka.
entahlah apa ini bisa dikatakan masih lebih baik atau tidak…
ach.. saya tidak mengerti…
By: nAsruni on September 9, 2008
at 12:37 am
aku suka banget lho lagu itu, apalagi dengerinnya pas mau bobok hmmmm…..
By: novi on September 9, 2008
at 2:57 am
lagu meditative Medwyn Godall bisa menambah keheningan batin selama Ramadhan lho, terlebih Heavenly Retreat…
.
Yah, lagu-pun bisa memberi manfaat positif…
By: esensi on September 9, 2008
at 9:15 am
PAsang surutnya iman bisa saja terjadi, yang terpenting menjaga agar niat selalu hadir untuk menjadi lebih baik….
By: Rita on September 9, 2008
at 10:04 am
“Yaa Allah, berilah hamba kekuatan untuk menjalankan syaum ini dengan penuh keimanan dan keikhlasan padaMu, dan Tuntunlah hamba untuk senantiasa Istiqomah di JalanMu” <—- Amin… Ya.. Robbal Alamin
Kunjungan Balik Salam kenal juga
By: Ly on September 9, 2008
at 2:08 pm
aminnnnnnn… btw lagu2 religinya boleh jg dimainkan sambil menunggu buka… hehehe
By: kucingkeren on September 9, 2008
at 2:48 pm
Belum nulis lagi yah … udah tiga kali kesini hari ini
By: Rindu on September 9, 2008
at 2:59 pm
“Kalo Ramadhan video klipnya berpeci,
setelah ramadhan videoklipnya memeluk puteri yang bukan istri”
>>> pengamat jempolan…!
>>> semoga kita tidak mencontoh hal-hal yang demikian
>>> jaga hati, jaga kata, dan jaga sikap
>>> Okeh?!
By: gbaiquni on September 9, 2008
at 3:09 pm
Liriknya bagus, enak di dengar juga..
By: redesya on September 10, 2008
at 9:07 am
Ramadhan ini luar biasa. Tuhan betul-betul ‘cuci gudang’. Siapa pun boleh mengambil manfaat khidmat Ramadhan. Termasuk para komponis dan artis. Namun, Tuhan juga tahu siapa ummat-Nya yang benar-benar ingin meraih taqwa, bukan harta apalagi sekadar tawa.
Selamat mengeksplorasi Ramadhan asal di jalan Tuhan!
Tabik!
By: zulfaisalputera on September 10, 2008
at 11:46 am
setidaknya lagu2 religi itu bisa memenuhi suasana batin saat berpuasa di bulan ramadhan. Sementara hari-hari biasa disibuki oleh lagu2 yang nuansanya lain.
Nawaitu dari pemusik ya appresiasinya tersampaikan. Bikin lagu hot bisa, bikin lagu cinta bisa, bahkan religi juga bisa. Hal yang belum tentu bisa diikuti oleh para pakar lain semisal para kyai, romo, pendeta atau petinggi agama lain. Saya salut dengan refleksinya. menyentuh!
Kalau masalah pendengar mau ikutan religius atau tidak, gak perlu diperdebatkan. Jangankan yang dakwah itu penyanyi, hatta fatwa MUI pun tidak sedikit orang agamawan sendiri tidak mengikuti..
Eh jadi keceplosan panjang … maafkanlah
maksudnya mau salam kenal eeh jadi salam tempel tulisan… sekali mohon maaf ya abis enak sih dibacanya postingan ini..
By: santribuntet on September 10, 2008
at 10:23 pm
ramadhan seharusnya adalah bulan madrasah. Sehingga menjadi bekal untuk menjalani 11 bulan berikutnya.
By: yodama on September 10, 2008
at 11:37 pm
ramadhan penuh rahmad
By: fahrizalmochrin on September 11, 2008
at 6:14 pm
saya pribadi salut untuk lirik2 seperti ini.
juga lirik2 milik ebiet.
tapi ketika itu dijadikan lagu dan dinyanyikan, hilanglah sudah semua rasa saya pada lirik2 itu.
entahlah…
ada yang berkata, seandainya di hari kiamat nanti dipisahkan yang haq dan yang batil, kira2 dimana tempat nyanyian dan musik itu berada….?
ramadhan tahun ini…
entahlah…
apa aku bisa lebih baik?
Alloh sudah memberi begitu banyak anugerah padaku, adakah aku mensyukurinya…?
By: bayu200687 on September 12, 2008
at 7:56 am
Semoga setelah Ramadhan selesai, kita bisa menjadi manusia yang lebih baik. Amin.
By: a3u5z1i on September 17, 2008
at 5:55 am
ramadhan akan tiba lagi…. udah siapkah???? apa yang harus dipersiapkan…??? tentu fisik (kesehatan) dan juga mental kita…. ayo kita bersama-sama mendekatkan diri kepada Sang Pencipta!!!!!
By: nana Rosy on July 23, 2009
at 12:25 pm