Lama sudah kumencari apa yang hendak kulakukan
Sgala titik kujelajahi tiada satupun kumengerti
Tersesatkah aku disamudra hidupku?
Kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku? Inikah takdirku?
reff:
Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku
(lirik : Lentera Jiwa, Nugie)
Malam Sabtu kemarin saya kebetulan menonton Kick Andy di Chanel MetroTv. Kebetulan, karena malam itu sebenernya saya sedang nonton bola final piala kemerdekaan antara Indonesia-Libya . Namun ketika pertandingan bolanya tidak dilanjutkan karena Libya mogok, maka saya pindah chanel mengikuti kata hati saya dan ketemu dengan Kick Andy. Akhirnya saya fokus menyimak acara Kick Andy yang sangat inspiratif, selalu ada hikmah dan cocok sekali dengan tema blog saya,
“akal dan hati berbicara”.
Di Acara itu ditampilkan bagaimana orang-orang yang secara “akal” berada pada posisi yang bagus, mapan, ideal menurut kebanyakan orang, tapi kemudian meninggalkannya dan pergi mengikuti kata hatinya “berontak” melawan keinginan orang tua atau lingkungannya. Ada Nugie yang memilih tidak menamatkan kuliah di UI (harapan orang tuanya) dan kemudian menjadi seniman. Helmy Yahya, yang jebolan STAN, peraih Master Akuntansi dari Amerika, Pegawai Negeri di Departemen Keuangan tapi kemudian meninggalkannya dan mengikuti kata hatinya untuk menjadi Entrepreneur (Raja Kuis), dan sekarang menjadi cawagub di daerah asalnya. Selanjutnya ada ahli manajemen Gede Prama yang rela meninggalkan jabatan penting di berbagai perusahaan besar di Jakarta untuk kemudian mengikuti suara hatinya untuk menetap di Bali. Dan kini ia sangat menikmati dan jauh lebih bahagia dengan pilihannya yang sekarang sebagai motivator, penulis, inspirator, dan bahkan menjadi penceramah keagamaan. Ada juga kisah Demian (Ilusionis), yang lebih memilih jadi pesulap daripada aktif di bidang yang sesuai kuliahnya, serta Bara (anak diplomat) yang memilih jadi ahli masak dan kini memiliki restoran sendiri.
Jadi inget, ada juga teman saya yang telah bekerja di salah satu bank swasta ternama. Ia kemudian beralih mengikuti kata hatinya bekerja di bidang yang lain yang belum mapan. Tapi ternyata ia lebih menikmatinya dibanding bekerja di bank yang menurutnya tidak menenangkan karena ada riba dan tidak cocok dengan kata hatinya.
Lalu bagaimanakah dengan saya?
Lagi-lagi, judul blog ini merupakan wahana dialogis apa yang menjadi latar belakang pilihan-pilhan dalam hidup ini. Pencarian jati diri untuk memaknai hidup ini supaya lebih berarti tak akan pernah berhenti. Ada hal dalam perjalanan hidup saya yang merupakan pilihan hati, pilihan akal dan kompromi antara keduanya. Saat ini perjalanan masih berlangsung, maka tunggulah apa yang akan terjadi nanti. Apakah akal yang lebih dominan ataukah hati. Yang jelas saya masih merasa enjoy dengan kondisi sekarang meski secara akal mungkin kurang tepat.
Tapi sebagaimana yang diucapkan Gede Prama ”Suara dari dalam itu kalau tidak kita dengar, lama-lama bisa berbahaya,” atau prinsip seorang Demian, I do what I like and I like what I do,” dan “lentera jiwa”nya Nugie yang saya tulis di awal tulisan ini, maka saya serasa mendapatkan kekuatan untuk melanjutkan perjalanan hidup ini dengan mendengarkan kata hati.
Untuk dapat mendengarkan kata hati yang baik, maka sejatinya mata hati kita haruslah bersih, suci, dan terang mengkilap. Karena hati layaknya sebuah cermin, jika cerminnya kotor atau penuh dengan noda-noda hitam tentu tidak akan memantulkan sinar dengan baik. Dan sinar yang masuk ke dalam hati haruslah sinar yang agung, sinar ilahiah yang membimbing manusia ke jalan yang terang benderang.
Berkaitan dengan hal diatas, ada hadis nabi yang menyatakan bahwa hati merupakan kunci amal perbuatan. Jika hati seseorang baik maka baiklah segala perbuatannya, begitu juga sebaliknya jika hatinya jelek maka jeleklah perbuatannya.
Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging; jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh namun jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih dari Nu’man bin Basyir)
Kalau mereka bintang tamu di Kick Andy berani jujur mengakui dan mengikuti kata hatinya, bagaimanakah dengan Anda?
Selamat menunaikan Ibadah Syaum, Semoga Syaum Ramadhan menyucikan akal dan hati kita,
Jagalah Hati
Jangan Kau Kotori
Jagalah Hati
Lentera Hidup ini(Aa Gym)
Jarang ada acara sebagus Kick Andy…
*lagi seneng karena buku hadiahnya nyampe kemarin*
Salam Kenal..
By: a3u5z1i on August 31, 2008
at 10:31 am
marhaban ya ramadhan
mohon maaf lahir dan batin
By: yudhi14 on August 31, 2008
at 12:26 pm
mengikuti kata hati memang sulit.. tapi yang saya tau, kata hati lah yang paling mengerti apa yang kita inginkan…
mohon maaf lahir batin ya….
By: Myryani on August 31, 2008
at 2:33 pm
Ah.. Akal dan hati.. Hemm.. Kata lain dari realistis dan idealisme kah ?
By: Ariefdj on August 31, 2008
at 8:39 pm
Wah! kebetulan kmrn nonton itu juga ^-^
“I do what I like and I like what I do”-nya demian loh, keren!
masalahnya yg berbisik dalam hati itu gak cuman good voice (mulhim) tp juga evil voice (al khawathir). membedakannya-lah yg susah..
nice post ^-^ met puasa juga
-salam-
By: nurma on August 31, 2008
at 8:43 pm
Aku juga sempet nonton..
Kalau saya cenderung mengikuti kata hati dengan begitu saya otomatis akan lebih siap atas segala konsekunsinya
By: Rita on August 31, 2008
at 9:34 pm
salam kenal mas
By: atmujaymuda on September 1, 2008
at 7:35 am
mengikuti kata hati itu bagus. tapi kadang saat akan memutuskan demikian, tak jarang malah banyak yang ragu.
menuntaskan keraguan dalam melangkah, barangkali itu tugas paling berat.
By: Zulmasri on September 1, 2008
at 10:55 am
Sepanjang umur napas saya, saya belum pernah menjadi diri saya sendiri … masih mengikuti orang, masih selalu mengorbankan diri untuk kebahagiaan orang lain … dst.
Entah kapan saya mampu menjadi diri sendiri, mengikuti suara hati sendiri… dewasa lebih tepatnya.
By: Rindu on September 1, 2008
at 11:27 am
Kadang aku bingung antara kata hati dan logika…???
By: vaepink on September 1, 2008
at 12:11 pm
Semoga saya memiliki keberanian untuk itu.
By: BanNyu on September 1, 2008
at 12:37 pm
betul matahati itu hrs terjaga kebesihannya.
By: langitjiwa on September 1, 2008
at 6:25 pm
Subhanallah, kita masih di beri karunia untuk mempertajam mata hati kita sendiri dalam menentukan pilihan hidup.
Semoga Ramadhan 1429 H tahun ini, memberi waktu untuk belajar mempertebal keimanan dan keindahan mati hati kita dalam menentukan pilihan hidup.
By: Pakde on September 1, 2008
at 7:58 pm
Dalam tulisan diatas:
Yang saya maksud adalah keindahan MATA HATI kita dalam menentukan pilihan hidup. Bukan Mata Hati. Maaf atas kekeliruan ini. hik
By: Pakde on September 1, 2008
at 8:00 pm
oia lagunya nugie itu bagus banget…
sayang sy ndak liat kick andynya
By: aRuL on September 1, 2008
at 8:00 pm
ada kalimat yg sy ulang2 soal mimpi, diambil dari film million dollar baby : ” for a dream no one can see but you” heheheh sekian dan terimakasih….ngacir!
By: uwiuw on September 2, 2008
at 6:43 am
sedih..ga punya TV. xixixi
tulisan yg menyegarkan.
saya sendiri banyak mengambil pelajaran about kata hati dari One Piece.
For the past twenty years, I was able to escape any situation because I didn’t have anything to protect. By deceiving people and using them as shields.
But now, I really can’t do that anymore.
The life I once threw away
The heart I had lost
My dream that once ended
They were all saved!!!
I now have nakama that believe in someone like me
By: bayu200687 on September 2, 2008
at 8:48 am
Kick Andy
acara bagus
met shaum
mohon maaf lahir bathin
By: achoey sang khilaf on September 2, 2008
at 11:01 am
kejujuran paling hakiki adalah hati,karna hati tidak pernah berbohong….
“happy shaum yakh”
By: wi3nd on September 2, 2008
at 1:34 pm
salam
biasanya kata hati identik dengan nurani yang cenderung kepada kebaikan, harapannya semoga kata hatiku selalu ada dalam rel kebaikn dan kebajikan. Amin
By: nenyok on September 2, 2008
at 10:55 pm
Ya …
Saya nonton Kick Andy episode Kata Hati … Lentera Jiwa itu …
atau singkatnya … orang yang pendidikannya kemana … kerjanya kemana …
Ini sangat menarik …
(dan sedikit tersentil juga)(karena aku seperti mereka)
By: nh18 on September 3, 2008
at 11:09 am
Mengikuti kata hati itu penting…. tapi harusnya sih, pertimbangannya juga harus melibatkan logika… Takutnya sih, seperti terjun tanpa parasut… Ini bahaya….
Eniwei,
Saya sendiri cenderung membahas apa yang hati saya katakan dengan orang-orang terdekat… Orang-orang yang tahu benar seperti apa sih Lala itu, misalnya para Sahabat tercinta. Tapi mereka memang hanya bertindak sebagai kontributor, bukan decision maker. Apapun saran mereka, saya sendiri yang menentukan.. (lha wong ini hidup saya kok! hehe)
Oh ya, suka banget sama komentar Uwiuw….
“for a dream no one can see but you”
Yap! It’s absolutely true!
By: jeunglala on September 5, 2008
at 8:01 am
salut buat org2 yg berani mengambil keputusan yg berbeda dr harapan org lain, demi kata hati.. salut!
By: pimbem on September 8, 2008
at 3:44 pm
ikutin kata hati……….!!! ya boleh boleh aja…selama keputusan itu.. positif…….!!
By: atmujaymuda on September 11, 2008
at 9:58 am
AskumWW. untuk Afwan Auliyar, salam kenal. Betapa Indah hidup ini jika senantiasa dalam Dekapan-NYA.Syukron
By: DIMAS on November 18, 2008
at 7:02 am