Posted by: moes | October 18, 2008

David Beckham gabung ke AC Milan?

Sudah lama saya ga bicara tentang sepakbola. yang paling menarik di Musim Liga eropa tahun ini bagi saya adalah AC Milan.. hehe.. secara gw yang milanisti :)

Datangnya Ronaldinho, kembalinya Andriy Shevchenko dan Marco Boriello, serta bertahannya KAKA dan Seedorf membuat skuad AC Milan nyaris sempurna. Tapi apa nyana?  dua pertandingan awal Ac milan di liga harus menuai kekalahan, posisi di klasemen pun masih belum menunjukkan Milan sebagai tim favorit peraih skudetto musim ini setelah Inter.

Di tengah performa milan yang belum stabil, muncul berita bahwa David Beckham akan ikut berlatih dengan pasukan Milan, sebagaimana diberitakan oleh detiksport.com.  terlepas itu akan benar-benar terjadi atau tidak AC Milan memang sedang berusaha menjadi pusat perhatian para fans bintang-bintang terkenal. Fenomena Kaka, Ronaldinho, dan sekarang Beckham coba dijadikan komoditas promosi dan pemasukan bagi klub yang cukup menarik perhatian. Sepakbola modern memang tak lepas dari perhitungan bisnis.

Akankan David Backham jadi menuju san siro Milan?

Posted by: moes | October 16, 2008

Panggilan itu

panggilan itulah yang kurindukan

panggilan itulah yang kunantikan

panggilan itulah yang ingin kudengar

panggilan itulah yang kan bersemayam

panggilan itulah yang ku harapkan

panggilan itulah yang kumohon

darinya…

Posted by: moes | October 1, 2008

Akal dan hati mohon diri

Setulus suci dari lubuk hati yg terpatri
akaldanhati mohon diri
atas kata dan tingkah laku tak terpuji
yang seringkali menyakitkan hati

temans.. Brother n sister, aa, teteh, ade, kaka, mbak, bapak, ibu dan segenap saudara saudariku yang mengunjungi blog ini, Read More…

Posted by: moes | September 27, 2008

Ramadhan Jangan Kau pergi

Ramadhan,
Jangan tinggalkan aku
Aku masih ingin bersamamu
Aku belum bisa memanfaatkan kesempatan yang kau berikan dengan baik

Ramadhan,
Jangan kau pergi
Aku tak kuat menerima label pelapar dan pehaus saja
Berilah kesempatan memperbaiki kualitas puasa saya

Ramadhan,
Tinggallah lebih lama lagi
Maafkan aku yang terlalu sibuk dengan urusan duniawi
Hingga kau tamu agungku tak sempat kujamu dengan baik Read More…

Posted by: moes | September 16, 2008

Tragis : Nyawa seharga 30 ribu rupiah

Miris, sedih, jengah dan geram menyaksikan berita di TV tentang pembagian zakat mal di pasuruan yang merenggut korban 21 orang warga meninggal dunia. Demi mendapatkan uang senilai 30 ribu rupiah ribuan warga rela berjubel, berdesak-desakan dengan warga lainnya selama berjam-jam. Pembagian zakat yang tidak tertib telah menjadikan niat baik dan mulia berujung malapetaka.

Kemiskinan di negeri ini sudah demikian nyata. Bukankah fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara? ataukah, mereka sengaja diterlantarkan oleh negara? dengan naiknya harga BBM, susahnya mendapatkan Gas Elpiji padahal pemerintah sendiri yang memaksakan mengganti minyak tanah dengan gas. kenaikan tersebut otomatis menjadikan harga-harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya menjadi ikut naik sebagai imbasnya.

Ahh, sudahlah negara ini memang penuh paradoks dan anomali.

Yang kaya banyak, yang miskin semakin bertambah
Orang kaya makan bersisa, yang miskin makan daging sisa dari tempat sampah
Dengan alasan keuntungan, makanan dan minuman kadaluarsa dijual kembali melalui parcel
Dengan alasan keuntungan, daging sapi dan ayam dipaksa jadi lebih berat dengan “gelonggongan”

Ampuni kami ya Allah, yang tega membiarkan ini semua terjadi
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari segala kejadian…
selamat melanjutkan perjuangan di Ramadhan ini,

Posted by: moes | September 12, 2008

Perang di Bulan Ramadhan

Ada banyak perang di bulan Ramadhan, fisik maupun mental. Menurut sejarah bahwa Perang Badar yang fenomenal itu terjadi pada bulan Ramadhan. Pasukan Muslim yang jumlahnya jauh lebih sedikit (sepertiganya) dibandingkan pasukan musuh ternyata mampu  memenangkan peperangan.
Hal itu tak lepas dari perjuangan dan perngorbanan pasukan nabi serta tentu
pertolongan ALLAH swt.

Lalu perang apakah yang terjadi pada Ramadhan sekarang ini?

Dalam bentuknya yang lain, Ramadhan juga memberi kesempatan berperang kepada kita. Berperang disini yaitu dengan berpuasa, melawan hawa nafsu,  menahan diri dari segala macam yang membatalkan puasa, dan menghindari hal-hal yang mengurangi nilai puasa kita.

Senjata apakah yang kita pakai dalam perang ini? Read More…

Posted by: moes | September 4, 2008

Lagu Religi di Bulan Suci

ku sadari akhirnya kerapuhan imanku
telah membawa jiwa dan ragaku
ke dalam dunia yg tak tentu arah

ku sadari akhirnya Kau tiada duanya
tempat memohon beraneka pinta
tempat berlindung dari segala mara bahaya

reff:

oh Tuhan mohon ampun
atas dosa dan dosa selama ini
aku tak menjalankan perintahMu
tak pedulikan namaMu
tenggelam melupakan diriMu

oh Tuhan mohon ampun
atas dosa dan dosa sempatkanlah
aku bertobat hidup di jalanmu
tuk penuhi kewajibanku
sebelum tutup usia kembali padaMu
oh kembali padamu ohhh

(lirik “akhirnya” dari Album Raihlah Kemenangan : GiGi)

Lirik lagu di atas yang diaransemen ulang oleh GiGi dengan sangat apik secara langsung atau tidak langsung telah menjadi salah satu inspirasi saya dalam menjalani hidup ini (thanks to GiGi).

Saat ini sudah banyak lagu religi yang diluncurkan termasuk oleh band-band atau penyanyi yang tidak biasa. Tidak biasa maksudnya mereka pada bulan di luar Ramadhan biasanya menyanyikan lagu-lagu yang umum seputar cinta dan cinta lagi. Namun ketika Ramadhan datang, mereka meluncurkan album bertitel religi. Grup band yang cukup ternama di jajaran ini ada GiGi dengan “Jalan Kebenaran”, Ungu dengan “Aku dan Tuhanku” disusul pendatang baru Vagetoz, D’Massiv dan lain-lain. Web-web penyedia mp3 gratisan pun diserbu oleh para fans yang ingin men-download lagu-lagu mereka, mungkin hanya sebagian kecil saja diantara mereka yang membeli kaset dan cd asli.

Fenomena ramainya album religi tentu patut kita apresiasi, bangga dan bersyukur. Mereka para anggota band (pencipta) atau penyanyi mau meluangkan waktu mereka untuk bertanya pada hatinya, merenung, merangkai kata, menyusun lirik dan nada-nada, mengerahkan seluruh energi dan keahliannya sehingga tercipta lagu-lagu yang harmonis, enak di dengar, menjadi inpirasi bagi yang mendengarnya, dan bahkan menjadi ide pencerahan. Lagu-lagu mereka pun diperdengarkan di berbagai tempat baik di handphone sebagai ringtone, nada sambung, di kamar, di rumah, di mobil, di mall sampai pada sebuah panggung konser ngabuburit. Suasana Ramadhan pun bertambah semarak dan terasa dekat dengan hadirnya lagu-lagu mereka.

Akan tetapi dibalik itu semua kita tentu berharap bahwa munculnya lagu-lagu religi tidak sekedar mengikuti selera pasar, mengikuti permintaan produser atau sekedar ikut-ikutan tren dan alasan pundi-pundi uang semata. Kita berharap Ramadhan benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kita kepada Allah dan bisa menjaganya pada bulan-bulan selanjutnya. Mereka para anggota band atau penyanyi yang memiliki fans demikian banyak, tentu mempunyai andil besar dalam memberikan contoh teladan kepada fans nya. Kalo ketika Ramadhan mereka berbaju taqwa rapih, berjilbab anggun menutup aurat, maka bagaimana setelah Ramadhan kelak?  Mungkin akan banyak alasan untuk ini, seperti tuntutan profesi, skenario, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi atau momentumnya serta alasan lainnya.

Lalu bagaimanakah efek dari itu semua terhadap para musisi religi sendiri (yang tak biasa) dan para fans nya?
Adakah perubahan sikap setelah Ramadhan, adakah kemantapan hati untuk menjaga semangat Ramadhan pada bulan-bulan selanjutnya?

Ataukah Ramadhan hanya sebagai ritual tahunan belaka, untuk kemudian kembali biasa pada bulan-bulan selanjutnya?

Kalo Ramadhan sibuk dengan lirik memuji Ilahi,
setelah Ramadhan liriknya memuji selingkuhan hati

Kalo Ramadhan video klipnya berpeci,
setelah ramadhan videoklipnya memeluk puteri yang bukan istri

Kita (saya lebih tepatnya) berharap hal-hal berikut ini mudah-mudahan tidak akan terjadi:

Pada Bulan Ramadhan rame-rame menutup aurat,
setelah Ramadhan mengumbar syahwat
Pada Bulan Ramadhan rame-rame bertobat,
setelah Ramadhan kembali maksiat
Pada Bulan Ramadhan rame-rame tadarus,
setelah Ramadhan Ibadah tak lagi tulus

Read More…

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.